Angin bertiup sejuk ditengah kicauan burung kenari. Dedaunan saling bergoyang seakan memberi rasa kedamaian dalam jiwa. Dibawah pohon sengon yang rindang, duduklah seorang lelaki setengah baya sambil mengibas-ngibaskan topi lebarnya. Dengan sepuntung rokok tembakau dibalut daun jagung kering terasa begitu nikmat dihisap olehnya. Tampak sebuah parang dan cangkul tergeletak disampingnya. Ia menatap hutan yang baru saja dibabatnya dengan kesaktian yang ia miliki. Jelas terbentang lahan yang subur dengan bekas pohon-pohon yang baru ditebang. Juga terlihat ratusan jengkal tanah yang sudah dicangkuli dan siap untuk dijadikan lahan pertanian.
Tiba-tiba lelaki tersebut membuang rokonya dan berdiri dengan sedikit lelah.
Ia menghampiri sungai kecil yang berair jernih dan nampak banyak sekali ikan didalamnya. Ternyata lelaki tersebut berwudlu dan siap melaksanakan sholat dhuhur. Khusyuk sekali lelaki itu sholat beralaskan sebuah kain diatas tanah yang teduh dibawah pohon sengon. Setelah menunaikan sholat , ia beranjak pergi menuju sebuah gubuk kecil diseberang sungai. Disanalah lelaki tersebut tinggal, menjalankan hari-harinya menebang hutan serta membuat lahan untuk bercocok tanam demi menghidupi dirinya. Lahan tersebut kelak menjadi sebuah dusun yang terbelah oleh sungai dan menjadi dusun yang tentram sejahtera, yaitu Dusun Kabunan. Lalu, siapa lelaki tersebut???
Masyarakat menyebutnya Mbah Ngabiah, seorang sesepuh pendiri Dusun Kabunan. Banyak yang tidak mengetahui siapa nama sebenarnya dan dari mana asal beliau. namun beliau adalah seseorang yang memiliki kesaktian dan menjadikan hutan belantara tersebut menjadi sebuah dusun yang kini ramai didiami oleh anak keturunannya. banyak versi yang menceritakan tentang asal muasal Dusun Kabunan. namun yang selalu menjadi Legenda adalah sosok Mbah Ngabiah. Beliau menamakan dusun ini Kabunan karena dulunya daerah ini adalah hutan belantara yang lebat banyak ditumbuhi pohon, atau orang jawa menyebutkannya sebagai kebun yang dalam lafadz jawa "kebon". Lama kelamaan pengucapannya berubah menjadi "Kebonan" yang sekarang menjadi Kabunan.
Berbagai legenda yang memiliki versi yang beragam tersebut tetaplah menjadi khasanah masyarakat dalam melestarikan budaya leluhur. benar atau salahnya legenda tersebut bukanlah menjadi masalah, namun yang terpenting adalah kita dapat memetik nilai dan hikmah yang terkandung dalam legenda tersebut.
Hingga saat ini Mbah Ngabiah menjadi pendiri dan pembabad Dusun Kabunan. Makam beliau terletak diujung Dusun Kabunan dibawah pohon yang rindang. Setiap tahun masyarakat Kabunan tepatnya pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia selalu mengadakan selamatan dusun diarea makam beliau. beliau telah banyak berjasa kepada masyarakat Dusun Kabunan serta melahirkan generasi-generasi yang mampu menjunjung tinggi nilai leluhur beserta budayanya. Semoga amal kebaikan beliau diterima oleh Allah SWT serta seluruh kekhilafan beliau diampuni serta beliau ditempatkan diantara orang-orang yang mulia dan mendapat syafaat dari nabi besar Muhammad SAW..amien. (dari berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yaa !!!